Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Apa yang Dimaksud Dengan BOD, COD, dan TSS pada Air Limbah?

Apa yang dimaksud dengan BOD, COD, dan TSS pada air limbah?

  • BOD (Biochemical Oxygen Demand) adalah jumlah oksigen yang dibutuhkan untuk mendegradasi bahan organik.
  • COD (Chemical Oxygen Demand) adalah jumlah oksigen yang dibutuhkan untuk mengoksidasi senyawa organik.
  • TSS (Total Suspended Solids) adalah jumlah total bahan tersuspensi dalam suatu larutan.

Ady Water sebagai distributor media pengolahan air limbah sangat memahami mengenai pentingnya pengolahan air limbah.

Air limbah adalah air yang telah digunakan dalam berbagai kegiatan manusia, seperti rumah tangga, industri, dan pertanian.

Sebelum dibuang kembali ke lingkungan, air limbah harus diolah agar tidak mencemari sumber air dan ekosistem alami.

Pentingnya Pengolahan Air Limbah

Pengolahan air limbah memiliki peran yang krusial dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Tanpa pengolahan yang memadai, air limbah akan mengandung berbagai zat pencemar yang dapat merusak ekosistem air dan mempengaruhi kualitas air baku.

Beberapa alasan mengapa pengolahan air limbah penting antara lain:

1. Mencegah Pencemaran Lingkungan

Air limbah mengandung berbagai zat yang dapat mencemari lingkungan jika tidak diolah dengan benar. Limbah dari industri, seperti logam berat dan bahan kimia berbahaya, dapat menyebabkan keracunan bagi organisme hidup dan mengganggu rantai makanan di ekosistem.

Dengan pengolahan yang tepat, zat-zat berbahaya ini dapat dihilangkan atau dikurangi sehingga air yang dibuang kembali aman bagi lingkungan.

2. Mendukung Kualitas Air Baku

Air limbah yang tidak diolah dengan baik akan mencemari sumber air baku, seperti sungai dan danau. Kualitas air baku yang buruk akan berdampak negatif pada kesehatan masyarakat yang mengonsumsinya.

Pengolahan air limbah menjadi kritis untuk memastikan pasokan air bersih yang memenuhi standar kesehatan dan keamanan.

3. Mencegah Penyebaran Penyakit

Air limbah yang mengandung bakteri dan patogen dapat menyebabkan penyebaran penyakit jika dibuang begitu saja.

Dengan mengolah air limbah, bakteri dan patogen ini dapat diinaktivasi atau dihilangkan sehingga risiko penyebaran penyakit berkurang.

4. Meningkatkan Kualitas Hidup

Pengolahan air limbah yang baik berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. Air bersih yang cukup dan aman untuk dikonsumsi memberikan dampak positif pada kesehatan dan produktivitas masyarakat.

Selain itu, lingkungan yang bersih dan terbebas dari pencemaran juga menciptakan tempat tinggal yang lebih nyaman dan sehat bagi masyarakat.

Parameter Kualitas Air Limbah

Untuk mengukur tingkat pencemaran dan menentukan tingkat efisiensi pengolahan, digunakan beberapa parameter kualitas air limbah.

Beberapa parameter yang sering digunakan dalam analisis air limbah adalah:

1. Biochemical Oxygen Demand (BOD)

BOD merupakan ukuran jumlah oksigen yang dibutuhkan oleh mikroorganisme untuk menguraikan bahan organik dalam air limbah.

Semakin tinggi nilai BOD, semakin banyak bahan organik yang terdapat dalam air limbah, dan ini menandakan tingkat pencemaran yang tinggi.

Pengukuran BOD umumnya dilakukan selama lima hari (BOD5) untuk memperkirakan tingkat polusi yang berkelanjutan dalam air limbah.

2. Chemical Oxygen Demand (COD)

COD mengukur jumlah oksigen yang diperlukan untuk mengoksidasi bahan organik dan senyawa kimia dalam air limbah. Nilai COD yang tinggi menunjukkan adanya senyawa organik dan kimia yang sulit diuraikan oleh mikroorganisme.

Pengukuran COD membantu memahami tingkat polusi yang disebabkan oleh bahan kimia dan zat-zat organik yang sulit terurai.

3. Total Suspended Solids (TSS)

TSS adalah ukuran partikel-padat yang terdapat dalam air limbah dan tidak larut dalam air. Partikel ini dapat terdiri dari berbagai zat, seperti tanah, lumpur, dan bahan organik.

Kandungan TSS yang tinggi dapat menyebabkan keruhnya air dan mengganggu kehidupan akuatik.

Pengukuran TSS penting untuk mengevaluasi tingkat kekeruhan dan kualitas fisik air limbah.

Ady Water suplai PAC untuk produk pengolahan air limbah

Pengertian BOD (Biochemical Oxygen Demand)

BOD (Biochemical Oxygen Demand) atau Kebutuhan Oksigen Biokimia adalah salah satu parameter penting dalam analisis kualitas air limbah. Parameter ini mengukur jumlah oksigen yang dibutuhkan oleh mikroorganisme untuk menguraikan bahan organik secara biologis dalam air limbah.

BOD menjadi indikator utama tingkat pencemaran organik dalam air dan digunakan untuk mengukur efektivitas proses pengolahan air limbah.

Definisi BOD

Secara definisi, Biochemical Oxygen Demand (BOD) mengacu pada jumlah oksigen dalam miligram yang dibutuhkan oleh mikroorganisme aerobik (mikroorganisme yang hidup dalam lingkungan beroksigen) untuk mencerna dan mengurai bahan organik yang terdapat dalam air limbah.

Proses biokimia ini menghasilkan energi untuk kehidupan mikroorganisme, dan oksigen digunakan sebagai komponen penting dalam proses tersebut.

Umumnya, BOD diukur dalam satuan miligram oksigen per liter (mg/L) air.

Nilai BOD menunjukkan jumlah oksigen yang diperlukan oleh organisme untuk menguraikan bahan organik tertentu dalam air limbah selama periode waktu tertentu, biasanya dalam 5 hari (BOD5).

Karena kebutuhan oksigen oleh mikroorganisme bervariasi berdasarkan jenis bahan organik yang ada dalam air limbah, pengukuran BOD umumnya mencakup masa inkubasi selama 5 hari.

Proses Terbentuknya BOD pada Air Limbah

BOD dalam air limbah terbentuk karena adanya bahan organik, seperti sisa-sisa makanan, deterjen, kotoran, minyak, dan limbah dari industri.

Ketika air limbah mengandung bahan-bahan organik ini, mikroorganisme aerobik akan mulai mencernanya sebagai sumber energi.

Proses pencernaan ini menyebabkan oksigen di dalam air limbah digunakan oleh mikroorganisme untuk menguraikan bahan organik menjadi senyawa yang lebih sederhana.

Seiring dengan bertambahnya waktu inkubasi selama 5 hari, mikroorganisme terus bekerja mengurai bahan organik.

Akibatnya, jumlah oksigen yang diambil oleh proses biokimia ini semakin meningkat. Jumlah oksigen yang berkurang ini adalah ukuran BOD dan menunjukkan seberapa banyak bahan organik yang ada dalam air limbah dan dapat didegradasi oleh mikroorganisme.

Metode Pengukuran BOD

Pengukuran BOD dilakukan dengan cara inkubasi air limbah di dalam botol tertutup selama 5 hari dalam kondisi yang sesuai untuk perkembangan mikroorganisme aerobik.

Botol-botol ini biasanya ditempatkan pada suhu konstan sekitar 20 derajat Celsius untuk mengoptimalkan aktivitas mikroorganisme.

Pada awal periode inkubasi, dilakukan pengukuran oksigen terlarut dalam air limbah. Setelah 5 hari inkubasi, dilakukan pengukuran kembali untuk mengetahui berapa banyak oksigen yang telah dikonsumsi oleh mikroorganisme selama proses biokimia.

Selisih antara nilai oksigen awal dan akhir menunjukkan jumlah oksigen yang diambil oleh mikroorganisme untuk menguraikan bahan organik dalam air limbah.

Signifikansi BOD dalam Pengolahan Air Limbah

BOD memiliki signifikansi yang besar dalam pengolahan air limbah karena berperan sebagai indikator tingkat pencemaran organik.

Dengan mengukur BOD, dapat diidentifikasi tingkat kebersihan dan kualitas air limbah serta kemampuan lingkungan untuk menguraikan bahan organik yang ada dalam air limbah.

Nilai BOD yang tinggi menandakan bahwa air limbah mengandung banyak bahan organik yang membutuhkan oksigen untuk diurai oleh mikroorganisme.

Jika air limbah dengan BOD tinggi dibuang ke lingkungan tanpa pengolahan yang memadai, maka proses biokimia yang terjadi akan menghabiskan oksigen di dalam air, menyebabkan kekurangan oksigen (hipoksia) di perairan.

Kekurangan oksigen ini dapat mengakibatkan kematian organisme akuatik dan gangguan ekosistem air.

Sebaliknya, jika air limbah telah diolah dengan baik sehingga BOD-nya rendah, maka air limbah tersebut lebih aman untuk dibuang ke lingkungan karena tidak akan menyebabkan kekurangan oksigen yang berarti.

Pengertian COD (Chemical Oxygen Demand)

COD (Chemical Oxygen Demand) atau Kebutuhan Oksigen Kimia adalah parameter penting dalam analisis kualitas air limbah.

Parameter ini mengukur jumlah oksigen yang dibutuhkan untuk mengoksidasi bahan kimia dan senyawa organik yang terdapat dalam air limbah.

Pengukuran COD memberikan informasi tentang jumlah bahan organik dan senyawa kimia yang sulit diuraikan oleh proses biologi dalam air limbah.

Definisi COD

Chemical Oxygen Demand (COD) mengacu pada jumlah oksigen dalam miligram yang dibutuhkan untuk mengoksidasi secara kimiawi bahan organik dan senyawa kimia yang ada dalam air limbah.

Proses pengoksidasi ini menguraikan bahan-bahan kompleks menjadi senyawa yang lebih sederhana, seperti karbon dioksida, air, dan mineral. Nilai COD umumnya diukur dalam satuan miligram oksigen per liter (mg/L) air.

Perbedaan utama antara COD dan BOD adalah pada mekanisme pengukurannya.

Sementara BOD mengukur kebutuhan oksigen oleh proses biologi dalam air limbah, COD mengukur kebutuhan oksigen untuk mengoksidasi bahan kimia dan senyawa organik tanpa memperhatikan proses biologis.

Karena COD mencakup penguraian kimiawi, nilai COD biasanya lebih tinggi daripada nilai BOD dalam sampel air limbah yang sama.

Perbedaan Antara BOD dan COD

Perbedaan utama antara BOD dan COD terletak pada sifat dan tujuan pengukurannya. Berikut adalah perbedaan utama antara kedua parameter ini:

1. Proses Pengukuran

BOD mengukur kebutuhan oksigen oleh mikroorganisme dalam proses biologi untuk mencerna bahan organik. Proses ini memerlukan waktu inkubasi selama 5 hari untuk mendapatkan hasil yang akurat.

Di sisi lain, COD mengukur kebutuhan oksigen untuk mengoksidasi bahan kimia dan senyawa organik secara kimiawi, tanpa memperhatikan proses biologis.

Pengukuran COD dapat dilakukan dalam waktu yang lebih singkat, biasanya dalam beberapa jam.

2. Tingkat Kesulitan Penguraian

Karena COD mencakup penguraian kimiawi, nilai COD akan mencerminkan total bahan organik dan senyawa kimia yang terdapat dalam air limbah, termasuk yang sulit diuraikan oleh mikroorganisme.

Sebagai hasilnya, COD dapat memberikan gambaran tentang tingkat kesulitan dalam mengolah air limbah, terutama jika mengandung senyawa-senyawa kompleks yang sulit diuraikan secara biologis.

Di sisi lain, BOD lebih fokus pada bahan organik yang mudah diurai oleh mikroorganisme dalam waktu 5 hari, sehingga memberikan informasi tentang potensi pencemaran organik dalam waktu dekat.

Pengaruh Tinggi Rendahnya Nilai COD dalam Air Limbah

Nilai COD yang tinggi dalam air limbah menunjukkan adanya konsentrasi tinggi bahan organik dan senyawa kimia yang memerlukan oksigen untuk mengoksidasi.

Dalam pengolahan air limbah, nilai COD yang tinggi dapat menjadi tanda bahwa air limbah mengandung bahan kimia berbahaya atau senyawa organik yang sulit diuraikan oleh proses biologis.

Jika air limbah dengan nilai COD tinggi dibuang begitu saja ke lingkungan tanpa pengolahan yang memadai, maka proses pengoksidasi kimiawi akan terjadi secara alami di lingkungan.

Proses ini menghabiskan oksigen di dalam air dan dapat menyebabkan kekurangan oksigen yang berbahaya bagi kehidupan akuatik, menyebabkan kerusakan ekosistem air dan mengancam keberlangsungan organisme hidup.

Sebaliknya, pengolahan air limbah yang efektif dan sesuai akan mengurangi nilai COD, mengindikasikan bahwa bahan kimia dan senyawa organik telah diuraikan dan dikonversi menjadi senyawa yang lebih sederhana dan aman bagi lingkungan.

Dengan mengurangi nilai COD, air limbah akan lebih aman untuk dibuang kembali ke lingkungan, mengurangi risiko pencemaran dan dampak negatif pada ekosistem air.

Metode Pengukuran COD

Pengukuran COD biasanya dilakukan dengan metode titrasi kimia atau metode spektrofotometri.

Metode titrasi kimia melibatkan penggunaan bahan kimia oksidator untuk mengoksidasi bahan organik dan senyawa kimia dalam air limbah.

Setelah proses pengoksidasi, oksigen yang tersisa dititrasi dengan larutan baku untuk menentukan jumlah oksigen yang digunakan.

Metode spektrofotometri, di sisi lain, melibatkan penggunaan spektrofotometer untuk mengukur absorbansi cahaya pada panjang gelombang tertentu.

Dalam metode ini, senyawa-senyawa dalam air limbah bereaksi dengan bahan kimia tertentu untuk menghasilkan warna, dan intensitas warna ini diukur oleh spektrofotometer.

Nilai COD kemudian dihitung berdasarkan hubungan antara absorbansi dan konsentrasi senyawa dalam air limbah.

Pengertian TSS (Total Suspended Solids)

TSS (Total Suspended Solids) atau Total Padatan Tersuspensi adalah salah satu parameter penting dalam analisis kualitas air limbah.

Parameter ini mengukur jumlah partikel padat atau bahan terlarut yang tersuspensi dalam air limbah. TSS menjadi indikator utama untuk mengevaluasi tingkat kekeruhan air dan kontaminasi padatan dalam air limbah.

Definisi TSS

TSS mengacu pada total jumlah partikel padat yang terlarut atau tersuspensi dalam air limbah. Partikel padat ini dapat berupa lumpur, tanah dan lain-lain. TSS diukur dalam satuan miligram per liter (mg/L) air.

Parameter ini memberikan informasi tentang jumlah padatan yang mengambang dalam air limbah dan dapat berkontribusi pada pencemaran air jika dibuang ke lingkungan tanpa pengolahan yang tepat.

Sumber TSS dalam Air Limbah

Ada berbagai sumber TSS dalam air limbah, termasuk dari kegiatan manusia dan alam. Beberapa sumber utama TSS dalam air limbah antara lain:

1. Air Hujan dan Limbah Pertanian

Air hujan dan limbah pertanian dapat membawa partikel tanah dan lumpur ke saluran air limbah. Erosi tanah akibat hujan dan aktivitas pertanian dapat menyebabkan partikel-partikel padat ini terlarut dalam air limbah dan meningkatkan konsentrasi TSS.

2. Limbah Industri

Industri yang menggunakan bahan-bahan padat atau bahan kimia dalam proses produksinya dapat menyebabkan TSS dalam air limbah.

Partikel-partikel padat ini dapat berasal dari limbah produksi atau proses pengolahan yang tidak efisien.

3. Air Limbah Rumah Tangga

Limbah rumah tangga, seperti deterjen dan sisa-sisa makanan, juga dapat menyumbang pada konsentrasi TSS dalam air limbah.

Limbah rumah tangga yang dibuang ke saluran air tanpa pengolahan yang memadai dapat meningkatkan tingkat TSS dalam air limbah.

4. Limbah Pertambangan

Pertambangan merupakan sumber TSS lainnya dalam air limbah. Limbah pertambangan, seperti tailing dan partikel mineral, dapat terlarut dalam air limbah dan menyebabkan peningkatan TSS.

Dampak TSS terhadap Lingkungan dan Organisme

Konsentrasi TSS yang tinggi dalam air limbah dapat memiliki berbagai dampak negatif pada lingkungan dan organisme hidup. Beberapa dampaknya antara lain:

1. Kekeruhan Air

Konsentrasi TSS yang tinggi menyebabkan air menjadi keruh atau berwarna. Kekeruhan air dapat mengganggu proses fotosintesis bagi tumbuhan air dan mengurangi penetrasi sinar matahari ke dalam air.

Hal ini dapat berdampak pada ekosistem akuatik dan mengganggu kehidupan organisme di dalamnya.

2. Penurunan Kualitas Air

Konsentrasi TSS yang tinggi dapat menyebabkan penurunan kualitas air karena mengandung berbagai zat pencemar.

Partikel-partikel padat dalam TSS dapat membawa bahan-bahan berbahaya, seperti logam berat dan bahan kimia, yang dapat mencemari air dan beracun bagi organisme hidup.

3. Penyumbatan Saluran Air

Konsentrasi TSS yang tinggi dalam air limbah dapat menyebabkan penyumbatan saluran air, terutama pada sistem drainase dan saluran irigasi.

Penyumbatan ini dapat menyebabkan banjir dan masalah drainase lainnya, yang berdampak pada infrastruktur dan lingkungan.

4. Gangguan pada Organisme Hidup

Partikel-partikel padat dalam TSS dapat mengganggu organisme hidup di perairan. Organisme akuatik, seperti ikan dan plankton, dapat mengalami kesulitan bernapas dan mencari makanan jika air mengandung konsentrasi TSS yang tinggi.

Selain itu, partikel-partikel padat dalam TSS juga dapat menutupi permukaan substrat perairan, mengganggu proses biologis, dan merusak habitat alami organisme akuatik.

Cara Mengukur TSS

Pengukuran TSS dilakukan dengan mengambil sampel air limbah dan memisahkan partikel-padat yang terlarut dan tersuspensi.

Partikel-padat yang terlarut diendapkan dengan cara menggunakan filter atau centrifuge, sedangkan partikel yang tersuspensi diukur dengan cara menyaring air dan mengukur berat padatan yang tertinggal pada kertas saring.

Nilai TSS dinyatakan dalam satuan miligram per liter (mg/L) air dan dapat memberikan informasi tentang tingkat pencemaran padatan dalam air limbah.

Kadar Maksimum BOD, COD, dan TSS untuk Baku Mutu Air Limbah Domestik

Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (RI) Nomor 68 tahun 2016 tentang Baku Mutu Air Limbah Domestik telah ditetapkan sebagai acuan utama bagi pengolahan air limbah domestik di Indonesia.

Peraturan ini menetapkan kadar maksimum untuk beberapa parameter air limbah domestik, termasuk Biochemical Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), dan Total Suspended Solids (TSS).

Kadar maksimum ini berlaku untuk berbagai jenis sumber air limbah domestik, seperti rumah tangga, rumah susun, penginapan, pelayanan kesehatan, perkantoran, rumah makan, dan sebagainya.

Berikut adalah ketentuan baku mutu untuk BOD, COD, dan TSS dalam air limbah domestik:

1. Biochemical Oxygen Demand (BOD)

BOD merupakan parameter yang mengukur jumlah oksigen yang dibutuhkan oleh mikroorganisme untuk menguraikan bahan organik dalam air limbah secara biologis.

Kadar maksimum BOD yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Nomor 68 tahun 2016 untuk air limbah domestik adalah 30 mg/L (miligram per liter).

2. Chemical Oxygen Demand (COD)

COD adalah parameter yang mengukur jumlah oksigen yang dibutuhkan untuk mengoksidasi bahan kimia dan senyawa organik dalam air limbah.

Kadar maksimum COD yang ditetapkan dalam peraturan tersebut untuk air limbah domestik adalah 100 mg/L (miligram per liter).

3. Total Suspended Solids (TSS)

TSS adalah parameter yang mengukur jumlah total partikel padat yang terlarut atau tersuspensi dalam air limbah.

Kadar maksimum TSS yang ditetapkan dalam peraturan tersebut untuk air limbah domestik adalah 30 mg/L (miligram per liter).

DAPATKAN PENAWARAN MENARIK DENGAN MENGISI FORMULIR INI




DISCLAIMER:

Produk KARBON AKTIF dan media filter yang Ady Water jual memiliki fungsi untuk PENJERNIHAN / PENYARINGAN AIR, bukan untuk tujuan:
1. Obat-obatan
2. Bahan peledak
3. Bahan berbahaya

Segala penyalahgunaan produk diluar tujuan sebenarnya bukan merupakan tanggungjawab ADY WATER.