Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Ini Dia Cara Menurunkan TDS Air Tanpa RO dengan Resin Kation-Anion








Cara Menurunkan TDS Air Tanpa RO


Jika Anda sedang mencari cara untuk menurunkan Total Dissolved Solids (TDS) dalam air industri Anda untuk keperluan pengolahan air, Anda mungkin sudah akrab dengan Reverse Osmosis (RO) sebagai salah satu metode yang umum digunakan.

Namun, tahukah Anda bahwa ada alternatif lain untuk menurunkan TDS tanpa menggunakan RO?

Artikel ini akan menjelaskan tentang TDS, dampaknya pada air di boiler industri dan dalam pemrosesan air, serta solusi alternatif yang dapat Anda pertimbangkan.



Apa itu TDS?


TDS adalah singkatan dari Total Dissolved Solids, yang mengacu pada jumlah total zat terlarut dalam air.

Zat-zat ini dapat berupa mineral, garam, logam, atau senyawa organik yang ada dalam bentuk ion positif atau negatif. TDS diukur dalam satuan miligram per liter (mg/L) atau bagian per juta (ppm).


Dampak TDS pada Air di Boiler Industri


Ketika air dengan TDS tinggi digunakan dalam sistem boiler industri, hal ini dapat menyebabkan beberapa masalah. Salah satunya adalah penumpukan endapan mineral di dalam boiler, yang dikenal sebagai scaling.

Scaling dapat mengurangi efisiensi pemanasan, meningkatkan konsumsi energi, dan memperpendek masa pakai peralatan.

Selain itu, TDS tinggi juga dapat menyebabkan korosi pada sistem pipa dan komponen boiler, yang dapat merusak sistem secara keseluruhan.


Dampak TDS pada Air dalam Pemrosesan Air


Pada pemrosesan air industri, TDS yang tinggi juga dapat memiliki dampak negatif. Air dengan TDS tinggi cenderung lebih sulit untuk diolah, karena zat-zat terlarut dapat mengganggu proses filtrasi, desinfeksi, dan pengolahan kimia.

Selain itu, jika TDS tidak dikendalikan dengan baik, dapat terjadi pembentukan endapan pada permukaan peralatan, membran, dan filter, yang dapat menghambat aliran air dan mengurangi efisiensi sistem.


Mengapa RO Bisa Menurunkan TDS?


Reverse Osmosis (RO) adalah metode yang efektif untuk mengurangi TDS dalam air. Proses RO menggunakan membran semipermeabel untuk memisahkan zat terlarut dari air, sehingga menghasilkan air yang lebih murni dengan TDS yang lebih rendah.

Air dipaksa melewati membran dengan tekanan tinggi, sedangkan zat terlarut dan partikel lainnya ditahan oleh membran.

Namun, meskipun RO efektif, metode ini memiliki beberapa kelemahan, seperti memerlukan tekanan yang tinggi, membutuhkan energi yang signifikan, dan membuang air limbah yang besar.


Alternatif Selain RO: Resin Demineralisasi Menggunakan Resin Kation dan Anion


Salah satu alternatif untuk menurunkan TDS tanpa menggunakan RO adalah dengan menggunakan resin demineralisasi yang menggunakan resin kation dan anion.

Proses pertukaran ion pada resin ini dapat menghilangkan ion-ion yang terlarut dalam air, termasuk mineral dan garam yang menyebabkan TDS tinggi.

Resin kation memiliki kemampuan untuk mengikat ion-ion positif, sedangkan resin anion mengikat ion-ion negatif.


Resin demineralisasi menggunakan resin kation dan anion dapat digunakan secara berurutan atau dalam campuran untuk mencapai efek demineralisasi yang optimal.

Proses ini melibatkan pemasangan resin pada kolom pengolahan air dan membiarkan air mengalir melalui resin tersebut. Ion-ion dalam air akan terikat pada resin, sedangkan air yang keluar dari kolom akan memiliki TDS yang lebih rendah.


Merek Resin Flotrol S+


Salah satu merek resin demineralisasi yang dapat Anda pertimbangkan adalah Resin Flotrol S+ dari Ady Water.

Resin ini memiliki struktur polimer Styrene Divinylbenze Copolymer dan memiliki warna coklat kekuningan hingga coklat.

Spesifikasinya mencakup kapasitas pertukaran volume yang lebih besar dari atau sama dengan 1,9 meq/ml.

Resin Flotrol S+ setara dengan Resin Amberlite IRC 120 Na yang terkenal dalam industri pemrosesan air.


Resin Flotrol S+ dapat digunakan dalam sistem kolom pemrosesan air untuk menghilangkan ion-ion yang berkontribusi pada TDS tinggi. Dengan menggunakan resin demineralisasi ini, Anda dapat mencapai air dengan TDS yang lebih rendah tanpa harus mengandalkan metode RO yang memerlukan tekanan dan energi yang tinggi.


Proses pertukaran ion pada resin demineralisasi memerlukan regenerasi secara periodik. Regenerasi dilakukan dengan menggunakan larutan yang mengandung ion-ion yang lebih dominan daripada ion yang terikat pada resin.

Hal ini memungkinkan ion-ion yang terikat pada resin dilepaskan dan resin siap digunakan kembali untuk menghilangkan ion-ion dari air.


Kesimpulan


Menurunkan TDS dalam air industri sangat penting untuk menjaga kinerja sistem boiler dan proses pemrosesan air.

Selain metode Reverse Osmosis (RO) yang umum digunakan, resin demineralisasi menggunakan resin kation dan anion adalah alternatif yang efektif untuk mengurangi TDS.

Proses pertukaran ion pada resin dapat mengikat ion-ion terlarut dalam air, menghasilkan air dengan TDS yang lebih rendah. Merek Resin Flotrol S+ dari Ady Water merupakan pilihan yang baik untuk aplikasi resin demineralisasi ini.

Dengan mempertimbangkan solusi alternatif ini, Anda dapat mencapai hasil yang diinginkan dalam pengolahan air industri tanpa menggunakan RO.

DAPATKAN PENAWARAN MENARIK DENGAN MENGISI FORMULIR INI




DISCLAIMER:

Produk KARBON AKTIF dan media filter yang Ady Water jual memiliki fungsi untuk PENJERNIHAN / PENYARINGAN AIR, bukan untuk tujuan:
1. Obat-obatan
2. Bahan peledak
3. Bahan berbahaya

Segala penyalahgunaan produk diluar tujuan sebenarnya bukan merupakan tanggungjawab ADY WATER.